Seminggu di Bumi Wong Kito Galo

Tak terasa udah seminggu aku berada di bumi Wong Kito Galo atau Palembang. Sebuah perjalanan kembali untuk mendapatkan pengetahuan baru tentang ilmu perencanaan di negeriku tercinta ini. Bertambah pula destinasi baru yang dapat aku kunjungi di tanah Sumatera ini setelah Kota Medan dan sekitarnya, Kota Pekanbaru, Kota Padang, Bukit Tinggi, Padang Panjang, dan sekarang di Kota Palembang.

Perjalanan kali ini berbeda dengan perjalanan yang pernah kulakukan sebelumnya, kali ini perjalanan khusus untuk diklat. Diklat PPD RPJMD Tahun 2018 yang dilaksanakan oleh Bappenas bekerja sama dengan Program Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya (Unsri). Sejak awal keberangkatan memang cukup menguras tenaga. Namun bukan karena kota ini gak baik, melainkan diawali dengan jadwal penerbanganku yang delay cukup lama. Semkin deh nempel di kepalaku kalau Lion Air itu semakin mengukuhkan dirinya sebagai the king of delaying airline. Luar biasa ya. Padahal dari informasinya, airline ini merupakan yang terbesar di negeri ini yang memiliki armada terbaru dan termodern setelah Garuda Indonesia yang merupakan penerbangan plat merah.

Mungkin negeri ini sedang berbenah menjelang dilaksanakannya perhelatan terbesar di bulan Agustus nanti, yakni perhelatan Asian Games. Kali ini Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah. Dan direncanakan pelaksanaanya akan dilakukan di 2 (dua) daerah, yaitu Jakarta dan Kota Palembang. Sehingga dapat kumaklumi jika begitu tiba di bumi wong kito galo ini kutemukan banyak jalan yang rusak di sepanjang jalan Sudirman yang merupakan jalan protokol di bumi ini. Pembangunan infrastruktur LRT pada akhirnya memang cukup mengorbankan badan jalan sepanjang areal pembangunannya. Namun menjelang pelaksanaan Asian Games Tahun 2018 yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2018 nanti memang masih banyak yang harus dikerjakan di kota ini. Sarpras berupa LRT, peningkatan jalan, pembangunan sarpras di Jakabaring memang seperti proyek sangkuriang. Namun bukan berarti tidak bisa diselesaikan jika semua pihak di negeri ini mau bekerja sama bergotong royong membangun negeri. Saya masih yakin seluruh pekerjaan outstandings tersebut akan diselesaikan tepat waktu.

Selama berada di kota Palembang,mkami diberika akomodasi berupa penginapan di Hotel Azza. Dan memang dari informasi yang didapat dari dunia maya tidak ada satupun yang positif untuk semua fasilitas dan pelayanan di hotel ini. Dan memang setelah kujejakan kaki di hotel ini semuanya memang terbukti. Ini salah satu PR besar buat kota ini yang sebentar lagi akan dibanjiri tamu dari manca negara di benua asia dalam event Asian Games nanti. Setiap hari kuupayakan untuk bisa olahraga kecil berupa joging mengitari kota ini untuk semakin mengenal kota ini dan sekalian wisata kuliner sarapan pagi. Selain badan sehat juga lidahnyanya sehat hehehehehe.

Setiap hari kutempuh perjalanan 2-4 km dengan joging sebelumnya akhirnya mendarat disalah satu tempat kuliner untuk bersarapan. Dan memang kuakui makanan di kota ini enak-enak. Bisa gawat klo sampai gak dibarengi olah raga. Bisa pulang dalam kondisi bulat hahahahaha. Ya mulai dari pempek panggang dan pempek  lenggang di Pempek Saga Sudimampir yang ada di jalan demang lebar daun, pempek beringin, pempek vico, mie ayam atet, mie celor 26 ilir, semuanya udah disambangi. Mulai dari pempek sampai rujak mie udah dicicipi hehehehe. Dan alhamdulillah semuanya gak ada yang gak enak. Bahkan di tempat diklat pun juga dimanjain dengan menu tradisonal khas kota ini. Mulai dari lakso, laksan, pempek kapal selam, celimpungan, pindang patin, semua disajikan. Inilah bahayanya jika mengikuti diklat namun gak dibareng olahraga.

Semoga aja sepulang dari sini selain penasaran lidahku dengan kuliner negeri ini terjawab, semoga juga mampu kubawa semua ilmu yang kupelajari dalam diklat singkat ini. Besok akan kulanjutkan lagi dengan cerita tentang kota palembang ya…

Cabana Beach On The Spot

Sebenarnya banyak daerah yang indah di negeri Kepri ini yang belum tereksplorasi dengan baik. Seandainya pemerintah jeli, maka mungkin bisa dijadikan sebagai salah satu sumber PAD yang potensial. Kepri dianugerahkan sebagai daerah kepulauan yang dititipi Allah dengan pantai-pantai yang indah serta pemandangan yang luar biasa. Disinilah sesungguhnya sektor yang tidak akan pernah mati seperti industri lainnya. Banyak masyarakat yang akan terlibat dalam industri pariwisata ini yang selanjutnya merupakan potensi PAD bagi Pemerintah Propinsi Kepri atau Kabupaten/Kota dimana obyek tersebut terletak. Dan kali ini saya akan mengulas sedikit hasil rekaman lensa saat melakukan perjalanan bersama keluarga ke salah satu tempat yang menurut saya indah dan pantas untuk dipromosikan ke dunia luar. Continue reading “Cabana Beach On The Spot”

Pasar Terapung Banjarmasin

Membelah sungai di pagi buta memang merupakan sebuah tantangan sendiri, terutama bagi kita yang masuk ke daerah yang baru dan sama sekali belum pernah menyentuhnya. Mencari informasi yang berkembang terhadap suatu daerah biasanya dilakukan oleh kita bila ingin mengunjungi suatu daerah sehingga dapat merencanakan rencana kunjungan dengan optimal dengan alat perekam yang maksimal. Dan kali ini kunjungan itu membawaku menginjakan kakiku kembali di Kota Banjarmasin. Kok pake kata “lagi”? Continue reading “Pasar Terapung Banjarmasin”

Masih Lombok Explorer

Masih lanjut dalam perjalanan di Kota Lombok, namun kali ini akan menyasar pada sisi pariwisata pantai yang dominan di daerah ini. Indonesia sebagai negara kepulauan yang tentunya dikelilingi dengan lautan dengan batas pantai yang indah tentulah menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan manca yang umumnya agak sulit menemukan matahari di negaranya. Terutama kualitas sinarnya yang berbeda karena Indonesia adalah negara tropis yang kaya dengan sinar matahari. Continue reading “Masih Lombok Explorer”

Lombok Surga Dunia

Ini merupakan rumah suku sasak yang bentuk atapnya khas dan menjadi salah satu ciri bangunan gedung yang ada di Kota Lombok
Salah satu bagian bangunan di pura yang berada di pintu masuk pura

Ya … melanjutkan tulisanku sebelumnya tentang perjalanan di Kota Lombok jelas membutuhkan banyak energi untuk mampu merekam semua perjalanan. Kok Bisa? Ya…karena hampir semua titik yang kukunjungi memiliki keindahan tersendiri dan pantas untuk dinikmati. Dan kali ini ada beberapa rekaman lensaku yang mungkin bisa mewakili kekagumanku atas daerah plecing kangkung dan ayam taliwang ini. Continue reading “Lombok Surga Dunia”

Lombok Dua Dunia

Salah satu Pura yang ada di Kota Lombok dengan pemandangan yang sangat eksotis karena berada di pinggir laut

Mengunjungi Kota Lombok merupakan hal yang baru bagiku. Dan memang baru sekali aku mengunjungi kota ini, namun ada kesan tersendiri bagiku terhadap kota ini. Salah satunya adalah pemandangan yang indah serta budayanya yang unik.  Kota ini sebenarnya sangat indah dan bisa lebih indah dibandingkan dengan kota Bali jika pengelolaan pariwisatanya lebih optimal. Sedangkan dari sisi budaya, kota ini cukup unik dengan adanya perpaduan antara budaya hindu dan islam. Namun dapat dikatakan (dari yang kulihat tentunya, maaf jika salah menyimpulkan) kota ini lebih dominan dengan islam begitu juga dengan masyarakatnya. Continue reading “Lombok Dua Dunia”