Perubahan Ruang Lingkup Sebelum Penandatanganan Kontrak

Perubahan Kontrak merupakan hal yang wajar terjadi dalam pelaksanaan kontrak. Hal ini dapat disebabkan dengan kondisi lapangan yang di luar perhitungan dalam perencanaan dan tidak teridentifikasi sebelumnya. Namun juga perubahan kontrak dapat terjadi karena ketidacermatan/kelalaian dalam perencanaan. Perencanaan yang tidak matang adalah hal yang harus dihindari, sehingga pengendalian kontrak perencanaan untuk mendapatkan perencanaan yang berkualitas perlu dilakukan dengan baik. Komunikasi antara PPK, Tim Teknis PPK dan Penyedia Perencana perlu dilakukan dengan baik. Dengan demikian, maka perubahan-perubahan kontrak yang akan dilakukan yang disebabkan karena perencanaan yang buruk dapat dihindari.

Perubahan kontrak di masa pandemi COVID-19 ini dapat dipastikan terjadi pada hampir semua pekerjaan yang telah ada penyedia barang/jasanya. Kondisi tidak normal pada akhirnya membuat PPK dan penyedia b/j kembali mengatur strategi agar kontrak dapat dilaksanakan dengan tanpa menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Contoh saja untuk pekerjaan non konstruksi seperti penyediaan makan dan minum sebagai konsumsi yang disediakan oleh Pemerintah Daerah untuk acara open house kepala daerah dihari lebaran. Mengingat saat ini sedang dalam kondisi pandemi COVID-19 dimana pengumpulan massa dalam jumlah besar tidaklah memungkinkan, maka kemungkinan penyediaan makanan yang selama ini dilakukan akan berubah ruang lingkupnya. Kemunginan selama ini disediakan dengan cara prasmanan namun akan diubah dalam bentuk nasi bungkus/nasi kotak yang didistribusikan kepada masyarakat pada masing-masing kecamatan agar hubungan silaturahmi kepala daerah dan masyarakat tidak terputus.

Kondisi sebagaimana tersebut di atas berarti perlu dilakukan penyesuaian ruang lingkup kerja yang membutuhkan kesepakatan antara PPK dan Penyedia B/J. Jika setelah ditetapkan sebagai pemenang, maka penyedia B/J sebagai pemenang tender memiliki 2 (dua) pilihan, yaitu melanjutkan proses penandatanganan kontrak dengan selanjutnya melakukan perubahan kontrak atau tidak menandatangani kontrak karena tidak mau melaksanakan pekerjaan dengan perubahan ruang lingkup pekerjaan.

Pilihan Pertama Menandatangani Kontrak

Jika pilihan ini yang diambil berarti penyedia barang/jasa telah sepakat dengan PPK untuk tetap melanjutkan pekerjaan dan melakukan perubahan ruang lingkup pekerjaan dengan membuat penawaran baru terhadap pekerjaan baru sesuai dengan apa yang diinginkan oleh PPK. Dalam hal ini berarti yang perlu dilakukan adalah:

  1. PPK dan Penyedia Barang/Jasa menandatangani Kontrak dan sepakat melakukan perubahan/amandemen kontrak;
  2. PPK membuat justifikasi yang menjadi latar belakang perubahan ruang lingkup pekerjaan;
  3. Penyedia barang/jasa menyampaikan harga atas pekerjaan sesuai dengan ruang lingkup yang telah disepekati;
  4. Dibuat Berita Acara Kesepakatan perubahan/amandemen kontrak antara PPK dan Penyedia Barang/Jasa;
  5. Dokumen Perubahan/Amandemen Kontrak ditandatangani;
  6. Penyedia barang/jasa melaksanakan pekerjaan sesuai kesepakatan yang telah dituangkan di dalam dokumen perubahan perjanjian/kontrak;
  7. PPK melakukan pengendalian kontrak sampai dengan proses serah terima dilakukan;

Pilihan Kedua Tidak Menandatangani Kontrak

Pilihan ini dapat diambil oleh penyedia barang/jasa jika memang penyedia merasa keberatan dengan adanya rencana perubahan ruang lingkup pekerjaan. Dalam kondisi seperti ini PPK tidak dapat mengenakan sanksi kepada penyedia barang/jasa. Hal ini disebabkan dalam kondisi ini perubahan ruang lingkup pekerjaan tidak sesuai dengan dokumen tender dan hal tersebut dilakukan oleh PPK dan bukan merupakan kesalahan dari penyedia sehingga tidak ada alasan untuk dilakukan pemberian sanksi kepada penyedia.

Perubahan Kontrak dalam kondisi darurat ini bukanlah hal yang tabu, karena di dalam kondisi tidak darurat pun sering dilakukan perubahan kontrak jika kondisi di lapangan tidak sesuai dengan hasil perencanaan. Hal ini disebabkan karena perencanaan dilakukan setahun sebelumnya sehingga terdapat jeda waktu yang cukup panjang sehingga terdapat perubahan di lapangan yang tidak teridentifikasi dalam perencanaan sebelumnya. Perubahan kontrak bukanlah suatu hal yang harus ditakuti, justru yang perlu dilakukan oleh PPK adalah meningkatkan kualitas pengendalian kontrak agar di dapat output sesuai dengan yang diinginkan.

2 thoughts on “Perubahan Ruang Lingkup Sebelum Penandatanganan Kontrak

  1. Ass.wr.wb. Mas Rubianto, salam kenal ya Mas, saya Sumilir, saat ini tinggal di Kota Depok – Jawa Barat, asal dari Manisrenggo Klaten. Teruslah berbagi pengetahuan & pengalaman Mas, saya turut mendo’akan semoga keinginan berbagi Mas Rubianto selalu diberi jalan oleh Allah Swt dan makin banyak orang yg mendapatkan manfaat, Aamiin YRA….! Wass.wr.wb. (Sumilir – 08111209424)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: