Peranan Pelaku PBJ dalam Penanganan Keadaan Darurat

Dalam pengadaanbarang/jasa pelaku pengadaan memegang peranan penting di dalam setiap proses pengadaan barang/jasa baik dalam kondisi normal maupun dalam kondisi darurat. Jika di dalam kondisi normal pelaku pengadaan terdiri dari PA/KPA/PPK atau Pejabat Penandatanganan Kontrak, Pejabat Pengadaan, Pokja Pemilihan, Agen Pengadaan, PjPHP/PPHP, Penyelenggara Swakelola, dan Penyedia. Lantas bagaimana dengan pelaku pengadaan barang/jasa dalam kondisi penanganan darurat?

Pengadaaan Barang/Jasa Dalam Penanganan Keadaan Darurat diatur dalam Peraturan LKPP Nomor 13 Tahun 2018. Dan khusus pelaksanaan penanganan CPVID-19 diatur juga di dalam Surat Edaran LKPP No. 3 Tahun 2020 dan Surat Edaran LKPP No. 4 Tahun 2020. Sehubungan dengan Pengadaan Barang/Jasa diatur juga rambu-rambu pelaksanaannya dalam Surat Edaran KPK No. 8 Tahun 2020.

Jika sesuai dengan Peraturan LKPP No. 13 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Dalam Penanganan Keadaan Darurat, disebutkan bahwa pengadaan barang/jasa dalam Penanganan Keadaan Darurat adalah kegiatan pengadaang barang/jasa dalam masa status keadaan darurat yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang. Di dalam penanganan keadaan darurat ini, Kepala LKPP mengeluarkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penjelasan atas Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dalam Rangka Penanganan Corona Disease Virus 2019 (COVID-19). SE ini diterbitkan untuk menjadi salah satu cara mempermudah bagi Pemerintah Daerah dalam melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.

Dalam penanganan keadaan darurat perananan pejabat penandatanganan kontrak dilakukan sepenuhnya oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang ditetapkan oleh PA/KPA. Sehingga hubungan dari penunjukan penyedia langsung dilakukan oleh PPK. Sehingga pelaku pengadaan barang/jasa dalam keadaan darurat terdiri dari PA/KPA, PPK, dan Penyedia. Disini tidak ada Pejabat Pengadaan, Pokja Pemilihan, dan PjPHP/PPHP. Namun pengadaan dalam penanganan keadaan darurat sepenuhnya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab besar. Hal ini pulalah yang pada akhirnya menjadi alasan diterbitkannya SE No. 8 Tahun 2020 oleh KPK, untuk memberikan warning kepada seluruh pelaku pengadaan barang/jasa agar dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.

Peranan pelaku pengadaan dalam PerLKPP Nomor 13 Tahun 2018 dan SE Kepala LKPP Nomor 8 Tahun 2020 adalah sebagai berikut:

  1. Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, memiliki tugas :
    1. Menetapkan identifikasi kebutuhan dan ketersediaan sumber daya yang dimiliki/tersedia;
    2. Memerintahkan PPK untuk melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa berdasarkan Status Keadaan Darurat; dan
    3. Mengalokasikan anggaran yang diperlukan untuk Pengadaan Barang/Jasa dalam penanganan keadaan darurat.
  2. Pejabat Pembuat Komitmen, memiliki tugas :
    1. Melakukan identifikasi kebutuhan dan menganalisis ketersediaan sumber daya yang dimiliki/tersedia;
    2. Melakukan penunjukan penyedia dalam penanganan keadaan darurat;
    3. Menerbitkan SPPBJ;
    4. Apabila diperlukan, melakukan serah terima lokasi pekerjaan kepada penyedia;
    5. Menerbitkan SPMK/SPP;
    6. Mengendalikan pelaksanaan pekerjaan; dan
    7. Melakukan perikatan/perjanjian.
  3. Penyedia, memiliki tugas :
    1. Melaksanakan Pekerjaan
    2. Melakukan serah terima hasil pekerjaan kepada PPK.

Sesuai dengan SE Kepala LKPP No. 8 Tahun 2020 terdapat beberapa hal yang menjadi arahan dalam mengambil tindakan khususnya untuk PPK, antara lain:

  1. menunjuk penyedia yang antara lain pernah menyediakan barang/jasa sejenis di instansi pemerintah atau sebagai penyedia dalam katalog elektronik. Penunjukan penyedia dimaksud dilakukan walaupun harga perkiraan belum dapat ditentukan;
  2. untuk pengadaan barang:
    1. Menerbitkan Surat Pesanan yang disetujui oleh Penyedia;
    2. Meminta Penyedia menyiapkan bukti kewajaran harga barang;
    3. Melakukan pembayaran berdasarkan barang yang diterima. Pembayaran dapat dilakukan dengan uang muka atau setelah barang diterima (termin atau seluruhnya).
  3. untuk Pengadaan Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya/Jasa Konsultansi:
    1. Menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) dan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK);
    2. Meminta Penyedia menyiapkan bukti kewajaran harga;
    3. Menandatangani Kontrak dengan penyedia berdasarkan Berita Acara Perhitungan Bersama dan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan;
    4. Melakukan pembayaran berdasarkan SPPBJ. Pembayaran dapat dilakukan dengan uang muka atau setelah pekerjaan selesai (termin atau seluruhnya).
  4. untuk Pengadaan Barang, Jasa Lainnya dan Pekerjaan Konstruksi diutamakan menggunakan jenis Kontrak Harga Satuan.

Hal tersebut di atas menjelaskan untuk pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. Namun untuk penanganan darurat juga dapat dilaksanakan secara swakelola. Selain pelaku pengadaan sebagaimana tersebut di atas sebenarnya masih ada lagi pihak yang ikut andil dalam PBJ Dalam Penanganan Keadaan Darurat ini, siapa itu?

Ya, APIP atau BPKP.

Peranan APIP atau BPKP pada PBJ dalam penanganan keadaan darurat ini juga sangat penting. Dimana APIP melakukan pengawasan dan pendampingan mulai proses perencanaan sampai dengan pembayaran dilakukan. Bahkan nantinya dilakukan post audit oleh APIP atau BPKP atas pembayaran yang telah dilakukan terkait dengan kewajaran harga yang diperoleh saat PBJ tersebut dilaksanakan. Terkait kewajaran harga akan dibahas dalam tulisan selanjutnya.

Dalam proses PBJ untuk penanganan keadaan darurat PPK tidak diwajibkan untuk membuat HPS. Dan inilah yang akan dibahas dalam penulisan selanjutnya terkait kewajaran harga. HPS hanya dibuat oleh PPK untuk Pengadaan Barang/Jasa di luar penanganan keadaan darurat. Misalnya untuk pembangunan ruang kelas baru dalam situasi tanggap darurat. Dalam kondisi seperti ini pembangunan ruang kelas baru tidak masuk di dalam kategori penanganan keadaan darurat sehingga pelaksanaan pemilihan penyedia B/J harus didahului dengan pembuatan HPS dan penetapan spesifikasi oleh PPK terlebih dahulu.

Salam Pengadaan !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: