Paket Usaha Kecil dalam P1618 dan Permenpupr 0719

Dalam suatu diskusi pada suatu kesempatan muncul perdebatan yang sebenarnya telah diatur dengan jelas dalam kedua aturan sebagaimana disebutkan di dalam judul tersebut di atas. Ya…ini tentang lingkup usaha kecil yang dapat mengikuti paket pekerjaan sesuai dengan aturan tersebut.

Peran serta usaha kecil dalam tender telah diatur dalam pasal pasal 65 P1618 yang menyebutkan bahwa lingkup usaha kecil adalah Usaha Mikro dan Usaha Kecil. Dan pada pasal tersebut tepatnya pada ayat (4) disebutkan bahwa Nilai paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah), dicadangkan dan peruntukannya bagi usaha kecil, kecuali untuk paket pekerjaan yang menuntut kemampuan teknis yang tidak dapat dipenuhi oleh usaha kecil. Peran serta usaha kecil dalam P1618 telah diatur sedemikian luasnya termasuk di dalam katalog elektronik.

Bahkan dalam pasal 65 ayat (3) P1618 menyebutkan keberpihakan regulasi ini bagi usaha kecil dalam megikuti pengadaan barang/jasa dengan menekankan kepada PA/KPA dan PPK untuk membuat paket sebanyak-banyaknya bagi usaha kecil dengan menyatakan bahwa Pemaketan dilakukan dengan menetapkan sebanyakbanyaknya paket untuk usaha kecil tanpa mengabaikan prinsip efisiensi, persaingan usaha yang sehat, kesatuan sistem, dan kualitas kemampuan teknis.

Namun kemudian polemik sempat terjadi saat terbitnya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 7 Tahun 2019 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi melalui Penyedia khususnya yang mengatur batasan keikutsertaan usaha kecil dalam tender jasa konstruksi khususnya pada pasal 21 ayat (3) huruf a yang menyebutkan bahwa Pemaketan Pekerjaan Konstruksi untuk nilai HPS sampai dengan Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) disyaratkan hanya untuk Penyedia jasa Pekerjaan Konstruksi dengan kualifikasi usaha kecil.

Perbedaan batasan ini kemudian menjadi polemik dengan adanya dua ketentuan yang berbeda dalam mengatur keikutsertaan usaha kecil dalam tender pengadaan barang/jasa. Bagaimana menyikapinya?

Sesungguhnya kedua ketentuan tersebut tidaklah harus dipermasalahkan. Dalam kedua ketentuan tersebut sebenarnya memproteksi wilayah dimana usaha kecil dapat berkiprah tanpa diganggu oleh usaha non kecil termasuk menengah. Dalam pasal 65 ayat (4) P1618 disebutkan bahwa jika usaha kecil memiliki kemampuan teknis yang dibutuhkan dengan nilai paket di atas Rp.2,5 M, maka dapat diikuti oleh usaha kecil. Dan untuk jasa konstruksi dibatasi sampai dengan Rp.10 M.

Lantas bagaimana denegan nilai paket di kisaran antara Rp.2,5 M s.d. Rp.10 M? Siapa yang dapat mengikuti tender tersebut. Jelas bahwa dalam P1618 hanya mengatur pengadaan barang/jasa selain jasa konstruksi sehingga untuk nilai di atas Rp.2,5 M untuk pengadaan barang/jasa lainnya dapat diikuti oleh usaha non kecil saja. Sementara untuk jasa konstruksi mengacu kepada Permenpupr No. 7 Tahun 2019. Dimana untuk nilai paket dengan kisaran Rp.2,5 M s.d. Rp.10 M hanya dapat diikuti oleh usaha kecil saja. Hal ini ditegaskan dalam pasal 21 ayat (3) huruf b yang menyebutkan bahwa Pemaketan Pekerjaan Konstruksi untukĀ nilai HPS di atas Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) sampai dengan Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah) disyaratkan hanya untuk Penyedia jasa Pekerjaan Konstruksi dengan kualifikasi usaha menengah.

Nah dengan demikian sudah tidak perlu lagi diperdebatkan sampai dimana usaha kecil dapat berkiprah dalam pengadaan barang/jasa karena kedua aturan tersebut tidak pernah saling bertabrakan namun saling menguatkan posisi usaha kecil dalam pengadaan barang/jasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s