Kontrak Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas Konstruksi

Dalam P1618 diketahui bahwa terdapat beberapa jenis kontrak yang diterapkan, dan pada kali ini saya akan mengulas mengenai kontrak pada konsultan pada umumnya dan konsultan perencanaan pada khususnya. Pada pasal 27 P1618 disebutkan jenis-jenis kontrak pengadaan barang/jasa yang dikelompokkan menjadi 2 (dua) kelompok, yakni:

  1. Jenis Kontrak Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa lainnya terdiri dari:
    1. Harga Satuan (Unit Price);
    2. Lumsum;
    3. Gabungan Lumsum dan Harga Satuan;
    4. Terima Jadi (Turn Key); dan
    5. Kontrak Payung.
  2. Jenis Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi terdiri atas:
    1. Lumsum;
    2. Waktu Penugasan; dan
    3. Kontrak Payung.

Namun kali ini pendalaman akan kita lakukan pada jenis kontrak pada jasa konsultansi saja. Sebelum masuk secara detil, maka perlu diketahui terlebih dahulu definisi dari pemahaman jenis-jenis kontrak tersebut.

Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara PA/KPA/PPK dengan Penyedia Barang/Jasa atau pelaksana Swakelola.

Kontrak Lumsum merupakan kontrak dengan ruang lingkup pekerjaan dan jumlah harga yang pasti dan tetap dalam batas waktu tertentu, dengan ketentuan sebagai berikut:

  • semua risiko sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia;
  • berorientasi kepada keluaran; dan
  • pembayaran didasarkan pada tahapan produk/keluaran yang dihasilkan sesuai dengan Kontrak.

Kontrak Harga Satuan merupakan kontrak Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya dengan harga satuan yang tetap untuk setiap satuan atau unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut:

  • volume atau kuantitas pekerjaannya masih bersifat perkiraan pada saat Kontrak ditandatangani;
  • pembayaran berdasarkan hasil pengukuran bersama atas realisasi volume pekerjaan; dan
  • nilai akhir kontrak ditetapkan setelah seluruh pekerjaan diselesaikan.

Lho mengapa kok kontrak harga satuan dibawa-bawa dalam penulisan kali ini? Sebenarnya hal ini disebabkan adanya kemiripan dengan jenis kontrak selanjutnya yang akan dibahas, yakni kontrak berdasarkan waktu penugasan. Kita lanjut dulu ya…

Kontrak berdasarkan Waktu Penugasan merupakan Kontrak Jasa Konsultansi untuk pekerjaan yang ruang lingkupnya belum bisa didefinisikan dengan rinci dan/atau waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan belum bisa dipastikan.

Dalam membaca definisi di atas semoga aja gak semakin bingung jika membaca definisi dari kontrak payung yang akan dituliskan selanjutnya ya.

Kontrak Payung dapat berupa kontrak harga satuan dalam periode waktu tertentu untuk barang/jasa yang belum dapat ditentukan volume dan/atau waktu pengirimannya pada saat Kontrak ditandatangani.

Jika dilanjutkan dengan peruntukannya dalam pekerjaan jasa konsultansi, menurut saya selaku penulis sebaiknya rekan-rekan ppk sudah mempertimbangkan jenis kontrak yang akan digunakan saat membuat draft kontrak dan tertuang juga di dalam dokumen pemilihan khususnya pada syarat-syarat khusus kontrak (SSKK).

Jika dilihat dari definisi yang udah dituliskan tersebut di atas, maka PPK dapat menetapkan jenis kontrak yang akan diterapkan dalam kontrak perkerjaan jasa konsultansinya, antara lain:

  1. Kontrak Jasa Konsultansi Perencanaan
    Jika dilihat dari sifat pekerjaannya, maka kontrak jasa konsultansi perencanaan ini lebih mengutamakan output dan sub output pada pelaksanaannya, yakni dokumen perencanaan konstruksi yang dapat berupa gambar, analisis struktur, spesifikasi, perhitungan rencana anggaran biaya secara keenjineringan (engineering estimate) dan rencana metode pelaksanaan pekerjaan untuk menghasilkan pekerjaan konstruksi sebagaimana direncanakan.

    Disadari bahwa dalam penyusunan dokumen perencanaan tersebut akan melibatkan banyak tenaga ahli dan tenaga pendukung untuk menghasilkan dokumen perencanaan konstruksi yang berkualitas, namun sesungguhnya yang dibutuhkan oleh ppk adalah outputnya terutama dalam mengukur kemajuan pekerjaannya. Sebagai gambaran jika kontrak jasa perencanaan konsultansi perencanaan ini telah ditetapkan selama 3 bulan dan tingkat kehadiran tenaga ahli sangat rendah apakah akan bermasalah? Apakah kehadiran tenaga ahli sifatnya wajib ? Ternyata tidak. Tenaga ahli dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan bidangnya dan kedudukannya dalam tim perencanaan tanpa harus hadir di tempat secara rutin. Sehingga hal ini tidak menjadi ukuran dalam pelaksanaan kontrak. Yang penting adalah kontribusi dan tanggung jawab yang bersangkutan terhadap hasil perencanaan yang dihasilkan.

    Jenis kontrak yang tepat adalah kontrak lumsum. Dan ini juga berlaku untuk jasa konsultansi lainnya seperti pembuatan aplikasi atau pekerjaan jasa konsultansi yang lebih mengutamakan output dan sub output.
  2. Kontrak Jasa Konsultansi Pengawasan
    Kontrak jasa konsultansi pengawasan ini membutuhkan peranan yang tinggi dari tenaga ahli yang ditugaskan dalam pelaksanaan kontrak karena akan mempengaruhi output pekerjaan yang dihasilkan pada kontrak pekerjaan lainnya. Sehingga kehadiran tenaga ahli dan tenaga pendukung dalam pelaksanaan kontrak sangat diutamakan.

    Jenis kontrak yang tepat adalah kontrak berdasarkan waktu penugasan. Mengapa demikian? Karena pelaksanaan kontraknya sangat bergantung dengan pelaksanaan kontrak kontruksi oleh pelaksana kontruksi. Dan dipilih jenis kontrak ini untuk mengantisipasi jika terjadi penambahan waktu penyelesaian kontrak kontruksi baik itu perpanjangan kontrak maupun adanya pemberian kesempatan oleh PPK kepada pelaksana konstruksi.
  3. Kontrak Payung (Framework Contract)
    Kontrak Payung (Framework Contract) adalah perjanjian dengan satu atau sejumlah penyedia untuk melakukan pengadaan barang/jasa dengan menetapkan harga satuan (syarat dan kondisi untuk dilakukan transaksi pembelian selama masa perjanjian berlaku).

    Kontrak Payung digunakan dalam hal pengadaan atau pekerjaan yang akan dilaksanakan secara berulang dengan spesifikasi yang pasti, namun volume dan waktu pemesanan belum dapat ditentukan. Kontrak payung merupakan kontrak dengan penyedia yang belum mengikat anggarannya. Sehingga untuk transaksinya harus dibuat kontrak lagi seperti surat pesanan sebagai dasar pertanggung jawaban pembayaran.

Namun kadang kala sering terjadi salah faham antara penyedia dengan ppk khususnya untuk jenis kontrak lumsum pada jasa konsultansi. Sering ditemukan bahwa auditor dalam hal ini apip masih meminta bukti transaksi berupa invoice atau kadang kala juga diminta bukti kehadiran dari tenaga ahli tersebut. Padahal jika dilihat kontrak lumsum itu lebih mengutamakan pada output.

Hal ini juga tertuang di dalam pasal 37 ayat (3) P1618 yang menyatakan Kontrak Lumsum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan ayat (2) huruf a merupakan kontrak dengan ruang lingkup pekerjaan dan jumlah harga yang pasti dan tetap dalam batas waktu tertentu, dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. semua resiko sepenuhnya ditanggung oleh penyedia;
  2. berorientasi kepada keluaran (output); dan
  3. pembayaran didasarkan pada tahapan produk/keluaran yang dihasilkan sesuai dengan kontrak.

Pembayaran dalam kontrak lumsum dengan harga pasti dan tetap senilai dengan harga yang tercantum di dalam kontrak. Pembayaran atas kontrak lumsum ini dapat dilakukan dengan sekaligus berdasarkan hasil/keluaran atau pembayaran secara bertahap berdasarkan tahapan atau bagian keluaran yang dilaksankan. Dalam kondisi ini berarti pembayaran tersebut dengan tanpa memperhatikan rincian biaya namun berdasarkan produk/keluaran seperti laporan kajian, gambar desain atau berdasarkan hasil/tahapan pekerjaan yang dilaksanakan.

Dalam hal kontrak lumsum dalam jasa konsultansi perencanaan, maka pembayaran tidak berdasarkan tahapan keluaran berupa sub output atau output.

8 thoughts on “Kontrak Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas Konstruksi

  1. Bagaimana jika konsultan pengawas di tambah masa kerjanya krn mengikuti pekerjaan fisik yg belum selesai apakah untuk pembayaran konsultan pengawas bertambah dari nilai kontrak atau di bayar sesuai nilai kontrak. Dan bagaimana jika konsultan pengawas lebih cepat melaksanakan pengawasan sesuai pekerjaan fisik yg telah di tentukan bagaimana utk pembayaran konsultan pengawas? Apakah di bayar berkurang dari nilai kontrak atau tetap sebesar dari nilai kontrak?
    Mohon utk penjelasannya
    Trimakasih

    Like

    1. Untuk pembayaran kontrak tentunya harus mengacu kepada jenis kontrak apa yang digunakan dalam perikatan tersebut. Kebanyakan kita menggunakan kontrak lumsum untuk kontrak jasa konsultan pengawas karena tidak ingin direpotkan dengan perubahan-perubahan kontrak. Cara berpikir seperti inilah yang harus diperbaiki. Konsultan pengawas sebaiknya menggunakan jenis kontrak waktu penugasan. Dan dibayarkan sesuai dengan selesainya masa penugasan. Jika waktu penugasannya bertambah, maka dibayarkan sesuai dengan waktu tambahannya begitu pula jika kontrak selesai lebih cepat Tks

      Like

      1. jenis kontrak ditentukan oleh PPK dan salah satu jenis kontrak yang dapat digunakan dan disarankan untuk konsultan pengawas adalah jenis kontrak waktu penugasan. Hal ini akan lebih memberikan rasa keadilan mengingat masa kerja konsultan pengawas yang mengikuti masa kontrak jasa pelaksana konstruksi. Rujukan yang dapat digunakan adalah Perpres No. 16 Tahun 2018, PerLKPP No. 9 Tahun 2018, PermenPUPR No. 14 Tahun 2020. Demikian. Tks

        Like

    2. Untuk pembayaran pekerjaan kontraktual, maka harus mengacu kepada dokumen kontrak. Kebanyakan sering menggunakan kontrak lumsump, namun hal ini juga ada kekurangannya, terutama bagi penyedia jasa konsultansinya. Jadi intinya yang ingin saya tekankan adalah semua pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan dengan mengacu kepada ketentuan yang tertuang di dalam kontrak tersebut. Jika Konsultan pengawas menyelesaikan pekerjaan lebih cepat, maka sebaiknya dibuat adendum final. Besarannya disepakati dalam adendum final kontrak tersebut. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya permasalahan hukum dikemudian hari khususnya bagi kontrak yang menggunakan jenis kontak lumsum. Inilah mengapa jenis kontrak jasa konsultan pengawasan disarankan menggunakan jenis kontrak waktu penugasan.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: