Perbedaan Kedudukan PPHP dan PPK dalam Serah Terima Pekerjaan

Dalam Pengadaan Barang/Jasa setelah proses pemilihan penyedia barang/jasa dilakukan dan pekerjaan dilaksanakan oleh penyedia barang/jasa berdasarkan kontrak kerja dengan PPK, maka proses yang tidak kalah penting adalah serah terima pekerjaan. Di dalam proses serah terima pekerjaan terdapat beberapa pihak yang terlibat di dalamnya, yakni PPK, Penyedia barang/Jasa dan PPHP.

PPK adalah pejabat pembuat komitmen yang melakukan perjanjian dengan penyedia barang/jasa yang dituangkan di dalam dokumen perjanjian kerja (kontrak). PPK ditetapkan oleh Pengguna Anggaran (PA)/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk melaksanakan pengadaan barang/jasa. Seorang PPK bertanggung jawab secara administrasi, teknis, dan finansial terhadap pengadaan barang dan jasa. PPK sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pengadaan barang dan jasa harus memenuhi persyaratan sebagai berikut (Pasal 12 ayat (2) Perpres No. 54 Tahun 2010) :

  1. memiliki integritas;
  2. memiliki disiplin tinggi;
  3. memiliki tanggung jawab dan kualifikasi teknis serta manajerial untuk melaksanakan tugas;
  4. mampu mengambil keputusan, bertindak tegas dan memiliki keteladanan dalam sikap perilaku serta tidak pernah terlibat KKN;
  5. menandatangani Pakta Integritas;
  6. tidak menjabat sebagai pengelola keuangan; dan
  7. memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa.

Selain itu seorang PPK juga harus memenuhi kualifikasi manajerial :

  1. berpendidikan paling kurang Sarjana Strata Satu (S1) dengan bidang keahlian yang sedapat mungkin sesuai  dengan tuntutan pekerjaan;
  2. memiliki pengalaman paling kurang 2 (dua) tahun terlibat secara aktif dalam kegiatan yang berkaitan dengan Pengadaan Barang/Jasa; dan
  3. memiliki kemampuan kerja secara berkelompok dalam melaksanakan setiap tugas/pekerjaannya.

Sesuai dengan Pasal 11 Perpres No. 70 Tahun 2012 disebutkan tugas pokok dan kewenangan PPK sebagai berikut :

  1. menetapkan rencana pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa;
  2. menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa;
  3. menyetujui bukti pembelian atau menandatangani Kuitansi/Surat Perintah Kerja (SPK)/surat perjanjian;
  4. melaksanakan Kontrak dengan Penyedia Barang/Jasa;
  5. mengendalikan pelaksanaan Kontrak;
  6. melaporkan pelaksanaan/penyelesaian Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA;
  7. menyerahkan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA dengan Berita Acara Penyerahan;
  8. melaporkan kemajuan pekerjaan termasuk penyerapan anggaran dan hambatan pelaksanaan pekerjaan kepada PA/KPA setiap triwulan; dan
  9. menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa.

Selain tersebut di atas, PPK juga memiliki tugas-tugas lain antara lain :

  1. mengusulkan kepada PA/KPA:
    • perubahan paket pekerjaan; dan/atau
    • perubahan jadwal kegiatan pengadaan;
  2. menetapkan tim pendukung;
  3. menetapkan tim atau tenaga ahli pemberi penjelasan teknis untuk membantu pelaksanaan tugas ULP; dan
  4. menetapkan besaran Uang Muka yang akan dibayarkan kepada Penyedia Barang/Jasa.

Pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan oleh PPK terdiri dari tahapan perencanaan pengadaan, penandatanganan kontrak/perjanjian, pelaksanaan pengadaan/pekerjaan dan pengendalian, dan melaporkan serta menyerahkan hasil pengadaan kepada PA/KPA. Inilah kenapa disebutkan bahwa PPK itu bertanggung jawab secara administrasi, teknis, dan finansial terhadap pengadaan barang dan jasa.

Lantas siapa itu PPHP?

Ya! PPHP adalah Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pengadaan Barang/Jasa. Sesuai dengan Pasal 1 angka 10 Perpres No. 54 Tahun 2010 dijelaskan definisi dari Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. PPHP merupakan salah satu komponen dalam organisasi pengadaan barang/jasa baik yang dilaksanakan secara swakelola maupun melalui penyedia barang/jasa. PPHP sebagaimana dengan PPK juga ditetapkan oleh PA/KPA (Pasal 8 ayat (1) huruf e dan Pasal 18 ayat (1)).

Anggota PPHP merupakan pegawai negeri, baik yang berasal dari instansi sendiri maupun instansi lainnya kecuali pengguna APBN/APBD atau Kelompok Masyarakat Pelaksana Swakelola dapat berasal dari bukan pegawai negeri. Anggota PPHP wajib memenuhi syarat sebagai berikut :

  1. memiliki integritas, disiplin dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas;
  2. memahami isi Kontrak;
  3. memiliki kualifikasi teknis;
  4. menandatangani Pakta Integritas; dan
  5. tidak menjabat sebagai pengelola keuangan

Pada Pasal 18 ayat (4) Perpres 54 Tahun 2010 sebagaimana diubah terakhir dengan Perpres No. 4 Tahun 2015 menjelaskan tugas pokok dan kewenangan PPHP, antara lain :

  1. melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Kontrak;
  2. menerima hasil Pengadaan Barang/Jasa setelah melalui pemeriksaan/pengujian; dan
  3. membuat dan menandatangani Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan.

PPHP dalam proses serah terima barang/jasa bertugas menjadi pemeriksa barang/jasa yang dihasilkan dalam paket pekerjaan dimaksud yang menjadi referensi bagi PPK dalam menerima pekerjaan yang dilaksanakan untuk selanjutnya diproses tahapan pembahayarannya. Disinilah perbedaannya, dimana PPHP merupakan pihak yang bertugas untuk memeriksa dan menerima hasil pengadaan barang/jasa yang dituangkan ke dalam berita acara serah terima hasil pengadaan barang/jasa. Sedangkan PPK adalah pihak yang mengambil keputusan untuk menerima atau menolak hasil pekerjaan dengan menjadikan laporan PPHP dalam bentuk Berita Acara Pemeriksaan dan Penerimaan Hasil Pengadaan Barang/Jasa.

PPHP tidak dapat menyatakan suatu pekerjaan tersebut selesai, namun hanya dapat memberikan masukkan kepada PPK dalam bentuk berita acara terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh penyedia barang/jasa. Sedangkan PPK adalah pihak yang menerima pekerjaan dan selanjutnya menyatakan pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh penyedia barang/jasa telah selesai sesuai dengan kesepakatan yang tertuang di dalam kontrak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s